Sebenarnya saya pribadi sudah cukup lama memendam hasrat ingin piknik dan “leyeh-leyeh” di Gunung Prau (2.565 mdpl), tepatnya sejak akhir tahun 2011 ketika salah seorang sahabat saya Sulastri pertama kali mengenalkan keindahan Prau dari cerita-ceritanya. Tentang damainya bermalam di sekitar puncak Prau, tentang bukit tele-tubbies-nya, tentang dahsyatnya view landscape gunung-gunung yang terpampang dari Puncak Prau dan tentu saja tentang keindahan menatap sunrise dari puncak Prau. Namun baru akhir Agustus 2013 niatan anjangsana ke Prau akhirnya terealisir.
Cerita piknik saya kali ini bermula dari usulan mengadakan Halal
Bihalal komunitas kecil dimana saya bergiat dengan format kemping ceria.
Berbagai opsi destinasi menarik untuk hiking + kemping pun dilontarkan
dan akhirnya mengerucut untuk kita piknik ke Prau.
Tanggalpun ditetapkan 30 Agustus – 1 September 2013, 29 pesertapun
berhasil terjaring. Bilangan 29 ini kami tetapkan untuk memenuhi kuota seat
bis pariwisata yang kami carter untuk membawa rombongan dari Jakarta ke
Dieng. Kami sengaja memilih mencarter bis pariwisata untuk
fleksibilitas keberangkatan dan selama perjalanan untuk rombongan yang
terbilang banyak. Disamping setelah dihitung-hitung ternyata ongkos share-cost
per orang untuk menyewa bis pariwisata dibanding biaya per orang untuk
transportasi PP Jakarta-Wonosobo ternyata masih lebih murah share-cost
carter bis
Tidak ada komentar:
Posting Komentar