Kamis, 05 Desember 2013

Indahnya Pesona Prahu

Sebenarnya saya pribadi sudah cukup lama memendam hasrat ingin piknik dan “leyeh-leyeh” di Gunung Prau (2.565 mdpl), tepatnya sejak akhir tahun 2011 ketika salah seorang sahabat saya Sulastri pertama kali mengenalkan keindahan Prau dari cerita-ceritanya. Tentang damainya bermalam di sekitar puncak Prau, tentang bukit tele-tubbies-nya, tentang dahsyatnya view landscape gunung-gunung yang terpampang dari Puncak Prau dan tentu saja tentang keindahan menatap sunrise dari puncak Prau. Namun baru akhir Agustus 2013 niatan anjangsana ke Prau akhirnya terealisir.
Cerita piknik saya kali ini bermula dari usulan mengadakan Halal Bihalal komunitas kecil dimana saya bergiat dengan format kemping ceria. Berbagai opsi destinasi menarik untuk hiking + kemping pun dilontarkan dan akhirnya mengerucut untuk kita piknik ke Prau.
Tanggalpun ditetapkan 30 Agustus – 1 September 2013, 29 pesertapun berhasil terjaring. Bilangan 29 ini kami tetapkan untuk memenuhi kuota seat bis pariwisata yang kami carter untuk membawa rombongan dari Jakarta ke Dieng. Kami sengaja memilih mencarter bis pariwisata untuk fleksibilitas keberangkatan dan selama perjalanan untuk rombongan yang terbilang banyak. Disamping setelah dihitung-hitung ternyata ongkos share-cost per orang untuk menyewa bis pariwisata dibanding biaya per orang untuk transportasi PP Jakarta-Wonosobo ternyata masih lebih murah share-cost carter bis

Rabu, 04 Desember 2013

Jaran Kepang di Kaki Sindoro Sumbing

Kuda lumping juga disebut jaran kepang atau jathilan adalah tarian tradisional Jawa menampilkan sekelompok prajurit tengah menunggang kuda. Tarian ini menggunakan kuda yang terbuat dari bambu yang di anyam dan dipotong menyerupai bentuk kuda. Anyaman kuda ini dihias dengan cat dan kain beraneka warna. Tarian kuda lumping biasanya hanya menampilkan adegan prajurit berkuda, akan tetapi beberapa penampilan kuda lumping juga menyuguhkan atraksikesurupan, kekebalan, dan kekuatan magis, seperti atraksi memakan beling dan kekebalan tubuh terhadap deraan pecut. Jaran Kepang merupakan bagian dari pagelaran tari reog. Meskipun tarian ini berasal dari Jawa, Indonesia, tarian ini juga diwariskan oleh kaum Jawa yang menetap di Sumatera Utara dan di beberapa daerah di luar Indonesia seperti di Negara-negara lain.Kuda lumping adalah seni tari yang dimainkan dengan properti berupa kuda tiruan, yang terbuat dari anyaman bambu atau kepang. Tidak satupun catatan sejarah mampu menjelaskan asal mula tarian ini, hanya riwayat verbal yang diturunkan dari satu generasi ke generasi berikutnya.Konon, tari kuda lumping adalah tari kesurupan. Ada pula versi yang menyebutkan, bahwa tari kuda lumping menggambarkan kisah perjuangan Raden Patah, yang dibantu oleh Sunan Kalijaga, melawan penjajah Belanda. Versi lain menyebutkan bahwa, tarian ini mengisahkan tentang latihan perang pasukan Mataram yang dipimpin Sultan Hamengku Buwono I, Raja Mataram, untuk menghadapi pasukan Belanda

Opera Mahakarya Dieng

Acara kang digelar ing Alun-Alun Wonosobo iki, dibukak kanthi Wonosobo Night Costume Carnival. Duta seni watara cacah 20 saka kecamatan sak Kabupaten Wonosobo megal-megol, mlaku ngubengi alun-alun, maragakake busana utawa kostum kang nggambarake asil bumi Kabupaten Wonosobo lan budaya saka Kabupaten Wonosobo. Sawise wonosobo Night Coustome Carnival digelar, ewon warga Wonosobo kang teka disuguhi sendra tari tataran internasional kanthi irah-irahan mahakarya Dieng. Penari watara cacah 526, nari jrone pagelaran sendra tari kasebut.
Sendra tari makarya Dieng nyritakake babagan peradaban Dieng nalika jaman Hindu-Budha kuno, wiwit abad 6 nganti 8 Masehi, nganti madege Candi Dieng ing Kabupaten Wonosobo. Tata panggung lan lampu kang apik sangsaya anjalari pagelaran sendra tari makarya Dieng kang lagi sepisanan dipentasake kasebut, katon spectakuler. Miturut Bupati Wonosobo, Kholiq Arif, lumantar sendra tari mahakarya dieng kasebut, pehake ngajab bisa mbalekake Citra Wonosobo lan Dieng minangka punjering peradaban budaya. Ing taun taun sak banjure, bupati ngajab sendra tari kasebut bisa luwih sampurna satemah bisa didadekake kegiatan taunan kang bisa dadi salah sawijine pariwisata kang diagul-agulake ing Kabupaten Wonosobo. (Rahardian Setiawan - Wonosobo)

Kutemukan Pesona Tersembunyi di Telaga Menjer

Sebelum memasuki kawasan wisata Dataran Tinggi Dieng, terdapat sebuah tempat wisata yang tidak kalah indahnya dengan dataran Tinggi Dieng. Objek wisata ini adalah Telaga Menjer yang berada di kaki pegunungan Dieng. Telaga Menjer terletak di desa Menjer, kecamatan Garung, Kabupaten Wonosobo. Lokasinya berada 12km dari kota Wonosobo, rutenya bisa dibilang cukup mudah, namun sering terlewatkan karena minimnya informasi untuk menuju kesana. Setelah melewati pasar Garung dan PLTA Garung anda bisa mengambil jalan ke kiri.
Di sana, aktivitas turis manca maupun turis lokal sangat sedikit, mungkin karena memang masih minimnya infromasi untuk  menuju kesana. Suasananya yang asri dan sunyi dan hanya diiringi oleh suara - suara alam menambah indahnya hari itu. Telaga Menjer sendiri berada di ketinggiaan sekitar 1300m dari permukaan laut dengan luas sekitar 70Ha dan kedalaman 45m. Karena ketinggian inilah hawa disana cukup sejuk.
Menurut Informasi, pada tahun 1980 telaga ini sempat dikuras karena ada kencenderungan dibagian bawah mengalami kebocoran. Dengan bantuan tenaga ahli dari Rusia untuk pengurasannya, dan kemudian tenaga ahli dari Jepang untuk pembangunan PLTA.
Kondisinya yang masih belum terjamah dan bersih pula menyebabkan tidak adanya fasilitas - fasilitas bagi turis yang ingin singgah dan duduk - duduk untuk menikmati pemandangan. Tentunya bila pemerintah daerah melihat peluang ini, Telaga Menjer bisa menjadi salah satu obyek wisata yang potensial.

Sapa Wonsobo

Wonosobo adalah sebuah kabupaten di Provinsi Jawa Tengah. Ibukotanya adalah Wonosobo. Kabupaten ini berbatasan dengan Kabupaten Temanggungdan  Kabupaten Magelang di timur, Kab.Purworejo di selatan, Kab.Kebumen dan Kab.Banjarnegara di barat, serta Kab.Batang dan Kab.Kendal di utara.

Nikmatnya Mie Ongklok


Mi (atau bakmi) ongklok adalah mi rebus khas kota  dan sekitarnya. Mi rebus ini dibuat dengan racikan khusus menggunakan kol, potongan daun kucai, dan kuah kental berkanji yang disebut loh. Mi ini banyak dijajakan di berbagai warung dan rumah makan di kota tersebut. Pendampingnya biasanya adalah sate sapi, tempe kemul, serta keripik tahu.Ongklok, alat bantu merebus mi.Ongklok adalah semacam keranjang kecil dari anyaman bambu yang dipakai untuk membantu perebusan mi. Penggunaan alat bantu ini khas daerah setempat sehingga diberikanlah nama mi rebus ini sesuai dengan alat tersebut.